Lembaga pendidikan tingkat sekolah dasar ikut berpartisipasi menjaga pencegahan supaya murid tidak tertular korona virus
Sekolah dasar Lembaga pendidikan di tingkat awal melakukan kegiatan pencegahan dini terhadap merebaknya penyebaran virus covid-19. Usaha yang dilakukan oleh tenaga pendidikan ditingkat dasar ini dengan melakukan tidak bersalaman dengan murid untuk seberapa waktu.
Tindakan ini telah diinformasikan kepada wali murid sebelumnye. Beberapa hari sebelumnya informasi telah disampaikan oleh pihak sekolah. Yaitu untuk menghindari salah faham dari wali murid ataupun Komite Sekolah. Ditujukan untuk sinkronisasi sekolah dasar dengan pihak masyarakat.
Tidak bersalaman ini dilakukan dengan murid saat datang ke sekolah disambut guru berbaris. Murid yang baru tiba di sekolah bersama teman-teman berjejer masuk area sekolah tanpa bersalaman, kedua telapak tangan disatukan di depan dada sambil mengucapkan 'selamat pagi pak/bu' kemudian guru juga menyambut dan mengatakan 'selamat pagi' kepada murid satu persatu.
Juga ada selembar kertas A4 di beri tulisan 'sementara tidak bersalaman' sambil tersenyum ditujukan ke murid.
Murid yang berdatangan ke sekolah menyambut dengan senyuman mengingat hari sebelumnya telah diinformasikan. Murid yang baru datang juga melakukan hal yang sama dengan murid yang datang lebih awal.
Saat murid masuk di depan kantor juga disediakan disfektan yaitu cairan untuk cuci tangan yang higenis. Murid yang hendak melakukan aktivasi diharuskan menberi cairan disfektan ke telapak tangan mereka. Begitu pula saat anak-anak hendak meninggalkan sekolah dilakukan hal yang sama.
Untuk di sekolah bapak Ibu guru juga memberi contoh yang benar tentang bagaimana cara mencuci tangan yang benar hingga benar bersih. Supaya cuci tangan higienis bisa dilakukan murid secara mandiri, lalu diharapkan di rumah bisa memberi contoh di sekitar rumah.
Adapun cara mencuci tangan higienis adalah dilakukan di kran air mengalir. Yaitu dengan melakukan mengguyur tangan lalu ambil sabun mencuci dilanjutkan menggesek jari-jari berulang, lanjut kedua jari jempol dengan memutar-mutar lalu menyiram air lagi hingga bersih.
Kegiatan cuci tangan higienis ini seyogyanya dilakukan sedari kecil supaya tertanam pada diri murid. Dan bisa diterapkan dimana anak-anak berada.
Virus korona ini diketahui telah mulai masuk di Indonesia, karena perlu diberikan cara cepat dan pendidikan dini pada murid supaya bisa mandiri menjaga kesehatan sendiri.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat ditanya awak media. Kemenkes menjelaskan bahwa virus korona itu tidak membahayakan ataupun menakutkan, yang menakutkan itu pemberitaannya media. Virus korona sebenarnya bisa di tangani dengan cara sederhana.
Menjaga imunitas yaitu ketahanan diri dan mencuci tangan secara higienis, juga masak makanan yang matang, bila flu batuk disertai demam segera periksa ke puskesmas atau dokter terdekat. Korona itu disebabkan oleh virus bukan bakteri, jadi pengobatan detail imunitas yang baik. Saat imunitas bagus walaupun berada dekat dengan penderita tidak akan tertular. Imunitas itu penting makanya yang asyik cari berita jangan lupa jaga kesehatan untuk imunitas.
Virus korona tidak membahayakan bisa diatas ini dilawan dengan cara sederhana yaitu berolahraga tidak capek demi imunitas tubuh. Disamping dengan pola hidup sehat.
Prof DR Nidam Guru Besar Universitas Airlangga saat di wawancara awak media menjelaskan jahe, kunyit, temulawak, kayu manis, sereh atau lebih dikenal 'mpon-mpon' ini bisa untuk pertolongan pertama penderita virus korona. Caranya mpon-mpon tadi di godog di rebus jadi satu hingga mendidih, agar lebih enak rasanya bisa di tambah gula. Lalu setelah air rebusan hangat kuku bisa diminumkan.
Prof DR Nidam baru saja memberikan penemuan pada pasien perempuan terjangkit virus korona, setelah diberikan cairan rebusan mpon-mpon itu kondisi kesehatan semakin baik dan selanjutnya membaik.
Kemudian Prof DR Nidam melakukan penelitian lagi dengan merebus mpon-mpon secara higienis dengan menggunakan alat lebih canggih untuk kehigeisan cara mengolah mpon-mpon untuk mendapatkan pengakuan dari tertera terkait. Selanjutnya Prof DR Nidam meminta ijin ke pemerintah supaya penemuannya bisa digunakan sebagai obat untuk pasien yang terpantau korona virus.
Ini dilakukan untuk mengendalikan dampak dari virus korona yang mulai ada di Indonesia. Sebagai pertolongan pertama untuk pasien terpantau virus korona di lingkup Indonesia saja. Bagaimana dengan anda tentang harapan ini

Indonesia warga negaranya banyak yang umroh terus bagaimana yang sudah mempersiapkan lama untuk umroh ternyata tidak jadi berangkat umroh bang??
BalasHapusMelakukan umroh adalah hak bagi yang mampu, negara juga memfasilitasi pelaksanaan umroh, namun pemerintah Arab Saudi melarang kegiatan umroh untuk sementara waktu, jadi Indonesia wajib menghormati itu hak negara Arab Saudi untuk melindungi warga negaranya dari paparan virus korona. Mengingat sudah ada negara di timur Tengah yang terjangkit
HapusAnak Indonesia pintar dalam menyikapi penanggulangan pertolongan pertama terhadap suatu penyakit, dan dilakukan sejak dini, bagaimana dengan yang sekolah Lanjutan bang??!
BalasHapusSebaiknya juga dilakukan hal yang serupa, dan da segera diberitakan media bahwa Lembaga pendidikan juga berpartisipasi penanggulangan secara dini di lingkup instansi.
HapusBaguslah bila gituuu
BalasHapusSmoga juga di ikuti skolah yg lain yaa