Peserta didik perlu mendapatkan info yang benar akurat tentang virus korona (covid-19) dari guru mengingat peserta didik lebih percaya pengetahuan dari guru
Saat ini virus korona telah mulai masuk ke Indonesia. Ada beberapa daerah yang yang warga nya terpantau. Ini membuat peran guru sangat berperan untuk memberi pemahaman. Pemahaman tentang virus korona.
Virus korona atau yang disebut juga 'covid-19' baca "kovid naentin" Ini ternyata sudah masuk ke Indonesia.
Dikatakan virus tentu memiliki daya serang terhadap penderitaan atau ter 'supsect' ber berbeda dengan penanganan dengan penyakit disebabkan oleh virus.
Bakteri penanganan dengan obat-obatan dan pemeriksaan disamping juga dengan serum. Namun untuk virus ini penanganan lebih pada imunisasi tubuh dan higienis saat mencuci tangan. Disamping menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga. Menjaga.
Virus korona adalah jenis penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Adapun mengenai cara penularan dengan kontak langsung. Yaitu langsung bersentuhan dengan psnderita. Bisa bersentuhan langsung atau menyentuh benda atau barang yang baru dipegang oleh penderitaan atau tersuspect korona.
Disini bapak atau ibu guru bisa menjelaskan tentang pemahaman virus korona. Dan bila perlu pisang menggunakan dinas terkait untuk menjelaskan tentang virus korona. Mengingat saat ini virus korona sudah mulai masuk ke Indonesia
Mengenal gejala virus korona.
Virus korona yang sudah mulai masuk ke Indonesia penjelasan pada murid di sekolah perlu dilakukan. Salah satunya menginginkan anak didik ini harus berhati-hati dalam berinteraksi dengan warga, teman, ataupun bepergian ke tempat umum.
Seseorang yang gejala mengalami batuk berhari-hari disertai panas suhu badan yang tinggi, daya tahan tubuh menurun maka sebaiknya segera memeriksakan diri. Bila sakit disebabkan flu biasa maka dengan obat yang biasa tersedia di toko di dekat rumah bisa disembuhkan.
Bila ada kemungkinan terdeteksi gejala virus korona maka akan dirujuk ke rumah sakit. Memberi penjelasan pada murid peserta didik dengan sesuai yang di ketahui di pahami. Memberikan keterangan tentang virus korona kepada peserta didik juga memegang peranan penting dalam pemahaman siswa.
Walau diketahui sekarang murid sudah biasa menggunakan handphone modern atau gagal. Namun anak-anak juga di arahkan hati-hati mengunakan informasi dari internet, karena tidak semua benar ada yang 'hoax'. Mari arahkan anak-anak untuk mengambil informasi yang benar.
Akhir ini seorang guru besar dari Universitas Airlangga Surabaya Prof DR Bidan menjelaskan bahwa ada tanaman khas Jawa yang bisa digunakan sementara atau pertolongan pertama untuk imunitas/ketahanan tubuh. Adapun tanaman itu adalah jenis 'rimpang' ada jahe, temulawak, kunyit, kayu manis serta sereeh.
Cara menggunakan dengan dibersihkan dulu lalu di gogog 'direbus' jadi satu, supaya enak bisa ditambahkan gula secukupnya. Jenis rimpang ini oleh masyarakat Jawa menyebutnya 'mpon-mpon'. Diminum setiap hari. Ini bisa meningkatkan imunitas tubuh manusia.
Sebenarnya tentang tanaman rimpang ini saat ini sedang di olah dengan peralatan modern higienis memakai peralatan yang disesuaikan dengan ketentuan dunia medis.
Sebelumnya pernah di uji coba pada salah satu pasien positif korona virus dan hasilnya berangsur-angsur membaik. Memiliki imunitas yang semakin baik.
Saat ini Prof DR Nidam sedang mengupayakan ke pemerintah untuk segera bisa digunakan sebagai obat pertobatan pertama pada penderita suspect kovid-19. Usaha penelitian dari tanaman rimpang ini diharapkan bisa jadi solusi sementara secara 'verbal' untuk penanganan pertama suspect virus korona.
Ini juga bisa di buat sendiri dirumah, dulu masyarakat Indonesia mengenalnya dengan sebutan Toga (tanaman keluarga). Istilah mpon-mpon' ini sudah familier di masyarakat Jawa, karena jaman orang tua di desa sudah terbiasa minum ramuan tradisional ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar