Jumat, 06 Maret 2020

Honorer berharap kejelasan setatus pada pemerintah dengan kesejahteraan hak

Memberikan Ilmu kepada peserta didik adalah tugas seorang pendidik, seperti guru yang di dalamnya ada guru pns/asn dan tenaga guru tidak tetap (sukuwam) ada yang menyebut honorer yang mana guru 'honorer' mengharapkan keberadaan di akui oleh pemerintah pusat sesuai dengan hak kesejahteraan


Perjuangan di Ujung Pupusnya Sebuah Harapan Menjadi Abdi Pemerintah

Berawal dari niat untuk melihat konsentrasi belajar dan nilai keponakan yang kurang memuaskan kemudian timbul niat dalam hati untuk membuat nilai lebih bagus. lalu memberikan les private di rumah bersama teman - temannya, kemudian begitu melihat ada kenaikan nilai yang mulai memuaskan dan membanggakan.

Seiring berjalannya waktu ada niat untuk bergabung menjadi tenaga pendidik di sebuah instandi pendifikan dan  berlsnjut hingga sekarang menjadi tenaga pendidik di sekolah dasar negeri.
berawal ingin mningkatkan kesejahteraan dengan beraharap bisa menjadi pns namun berjalannya waktu ada UU tahun 2014 tentang pengangkatan ASN dengan pembatasan usia masimal 35 tahun ini menjadi tamparan keras. dan impian menjadi pns atau asnjadi sfmakin jauh panggang dari api, hal ini mengingat usia yang sudah leawat 35 tahun. tanpa terasa sudah 13 tahun menjalani tenaga pendidik,  yaitu mulai tahun 04 Desember 2006 hingga saat ini,namun harapan menjadi asn semakin purna dengan di adakannya test asn. 
semoga harapanku tak terbang tinggi hingga akhirnya bersama bulan dan bintang yang di antariksa sana dan tak mungkin kembali.

Mengingat banyak tenaga 35+ yang belum terakumodir di pemerintahan sementara mereka sudah mengabdi belasan dan da yang puluhan tahun.  Tentu kelompok ini ini dengan ditawari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK dirasa belumlah pass apalagi masuknya dengan test,  ini kurang adil mengingat kelompok tenaga honorer sudah mengabdi dengan waktu  begitu lama. 
Kelompok Usia 35+ sudah msnghadklkan anak didik yang juga bisa jadi saat ini juga ikut test calon ASN. Apa dirasa begitu manis atau syahdu disaat menyaksikan yang dulu jadi muridnya sekarang menjadi teman sejawat,  dan telah memiliki NIP. Apa ini yang disebut guru honorer berhasil mendidik muridnya. Terus bagaimana kesejahteraan kelompok honorer 35+ ini. 
Tentu ini bukanlah lelucon ataupun cerita telenovela nun kni fakta dilapangan. 

Semoga artikel kecil ini membantu. 

Yudiono
Pengamat pendidikan
https://myadventyreblog.blogspot.com

2 komentar:

  1. Kalo di hidupin mezinnya cuma bunyi tapi air gak naik gimna bang??!

    BalasHapus
  2. Bang Yudi semoga terwujud impiannya, berikan berita sesuai fakta bang

    BalasHapus