Sekolah ikut menjaga agar murid tidak tertular virus korona, yaitu dengan sementara waktu saat masuk tiba di sebelah tidak bersalaman seperti hari sebelumnya
Sekolah ikut menjaga agar murid tidak tertular virus korona. Kegiatan ini dilakukan hanya untuk sementara waktu hingga keadaan kondusif dari virus korona. Baik secara regional maupun domestik.
Pada pagi masuk sekolah di hari efektif anak-anak murid kelas di sebuah instansi dibiasakan selalu bersalaman. Guru sudah datang lebih dulu berjejer di depan pintu masuk sekolah lalu anak-anak datang berbaris satu persatu masuk sekolah. Biasa yang ditanamkan pada diri murid terutama anak-anak sekolah dasar, dibiasakan selalu bersalaman dengan bapak ibu guru wali kelas.
Kebiasaan ini sudah ditanamkan sedari dulu, namun dengan kejadian merebaknya virus korona kebiasaan bersalaman itu di kurangi. Bahkan ada sekolah yang langsung menggantikan kebiasaan bersalaman dengan melipat kedua telapak tangan jadi satu di depan dada. Kemudian dilanjutkan dengan ucapan selamat pagi seperti yang diucapkan saat mulai masuk sekolah.
Pelaksanaan untuk tidak bersalaman sementara waktu sudah disosialisasikan baik kepada murid ataupun wali murid. Wali murid sudah mengerti bahwa tidak bersalaman sementara salah satu bagian untuk mencegah penularan virus korona ke murid lain disekolah.
Saat sudah banyak sekolah yang melakukan, baik di tingkat sekolah dasar, sekolah menengah, maupun di sekolah tingkat lanjutkan. Sekolah ingin aman tidak ada dan jangan sampai terjadi penularan virus korona.
Cara ringan untuk menghindari penularan virus korona
Beberapa cara mecegah penularan virus korona dapat dilakukan. Yaitu diantara ; tidak sembarangan memegang benda atau barang selain milik sendiri, mencuci tangan dengan sabun secara benar dan merata, memasak makanan hingga matang sempurna ( tidak makan setelah matang), bersihkan tangan atau biasakan mencuci tangan sebelum memegang benda pemberian dari luar rumah, kurangi aktivitas di luar rumah, kurangi visitas/kunjungan baik ke luar daerah maupun ke luar negeri, bila badan flu pilek batuk disertai demam sebaiknya segera memeriksakan diri ke puskesmas atau dokter terdekat.
Berbagai Usaha di atas dilakukan untuk mencegah penularan dan tertular dari penyakit virus korona. Virus yang sudah dan telah mewabah menyerang di berbagai negara. Dan di Indonesia juga sudah mulai terdeteksi ada masuk Indonesia. Jadi tidak berlebihan bilaada beberapa instansi gunakan cara di lingkungan lembaga mencegah dini penularan virus korona.
Sesuai dengan penjelasan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di berbagai media cetak, bahwa virus korona itu tidak berbahaya dan tidak membahayakan ataupun menakutkan, justru pemberitaannya yang bisa menakutkan. Virus korona ini bisa disembuhkan dengan cara yang 'sederhana' pula, sering olahraga tidak terlalu capek untuk menjaga imunitas diri.
Pertahanan diri mandiri bisa dilakukan jangan asyik aktivitas kecapean malah tidak enak badan. Menjaga kesehatan penting karena saat tubuh mempunyai imunitas bagus walau kontak langsung dengan orang yang tertular virus korona tidak akan tertular karena badan sehat.
Korona itu disebabkan oleh virus dan bukan bakteri yang penanganan berbeda dengan penyakit bakteri. Korona di sebabkan virus jadi imunitas tubuh yang di serang, bila imunitas tubuh sehat makan tidak sakit, namun bila imunitas tubuh rendah akan mudah virus korona menyerang lalu menjadi sakit.
Sementara guru besar dari Universitas Airlangga Prof DR Nidam sudah mengadakan penelitian tentang penanganan penderita virus korona (covid-18 baca komik maintenance) dengan menggunakan mpon-mpon. Beliau menjelaskan bahwa jahe, temulawak, kunyit. Kayu manis, dan sereh di bersihkan dulu lalu godog direbus jadi satu, dan supaya rasanya lebih enak bisa ditambahkan gula. Setelah di rebus hingga mendidih kemudian di diamkan air rebusan hingga hangat kuku dan bisa di berikan ke pasien. Selang beberapa hari pasien mengalami keadaan imunitas semakin membaik dan hendak sembuh.
Berdasarkan ini Prof DR Nidam berpendapat meskipun terinfeksi virus korona si penderita asalkan diminum satu gelas setiap hari dengan minum mpon-mpon tadi akan mengurangi dampaknya. Bagi orang yang sehat boleh melakukan minum mpon-mpon satu gelas setiap hari untuk daya tahan tubuh (imunitas) supaya aman terhindar dari tertular virus korona. Karena ramuan mpon-mpon ini sangat berkasiat bagus berguna untuk imunitas.
Selanjutnya Prof DR Nidam mengolah mpon-mpon dengan menggunakan alat medis dan dilakukan sampel dengan hasil larutan yang bisa digunakan untuk mengurangi dampak dari virus korona. Setelah uji test berhasil Prof DR Nidam meminta kepada pemerintah untuk memberikan ijin supaya larutan penemuan nya bisa digunakan di tempat lain. Karena ini bisa membantu mengurangi dampak dari virus korona.
Harapan semoga pemerintah lekas bisa memberi putusan yang bisa segera di konsumsi larutan penemuan Prof DR Nidam seorang anak putra bangsa sebagai guru besar dari Universitas Airlangga ini. Bagaimana dengan pendapat anda.

Mantul kakak, semangat terus belajar nya adik2
BalasHapus